Nama Proyek : Budidaya Green House Melon dan Anggur
Sektor : Pertanian
Lokasi : Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo
Kecamatan : Kec. Sidoharjo
Kelurahan : Jambanan
FASILITAS

URAIAN PROYEK

Budidaya buah Melon dan Anggur dengan sistem greenhouse (GH) di Sragen semakin menjanjikan, potensi tersebut semakin luas diterapkan di sejumlah wilayah di kabupaten Sragen salah satunya di Desa Jambanan Kecamatan Sidoharjo. Di Kelola oleh petani muda milenial dalam kelompok Pemuda Tani Brojodento memiliki GH sebanyak 10 unit dengan luas rata-rata 300 M2. Panen buah melon sistem greenhouse hasil budidaya anak muda di Desa Jambanan ini menjadi wisata baru di kabupaten Sragen, pasalnya wisata berkonsep milenial dengan menggunakan lahan atau pekarangan samping rumah yang tidak begitu luas dan mengenalkan desa dengan potensi wisata melalui bidang pertanian di era digital dengan cara agrowisata Petik Buah Melon. Varietas yang ditanam adalah jenis melon premium yaitu Golden Kinanti, Adinda, Sweet Hami dengan harga rata-rata per kg Rp 23.000,- sebanyak 1.000 batang dalam polybag. 1 polybag hanya berbuah 1 tanaman melon premium dengan berat rata-rata 1,4 Kg. Pendapatan dari GH melon ini adalah Rp 23.000,- x 1,4 x 1.000 batang = Rp 32.200.000,- selama 2 bulan masa tanam.

KONDISI EKSISTING

Lahan Green House Melon tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Sragen kecuali di Kecamatan Gesi, Jenar dan Tangen, sedangkan Green House Anggur berada di Kecamatan Sidoharjo, Kecamatan Kedawung, Kecamatan Masaran, Kecamatan Ngrampal.

PELUANG INVESTASI

Permintaan melon ke Singapura mencapai 100 ton per minggu, namun jumlah tersebut baru bisa terpenuhi sekitar 80 ton per bulan. Kondisi ini tentunya membuka peluang pengembangan budidaya melon, terutama melalui program kemitraan, karena saat ini baru bisa memenuhi 20 persen dari permintaan pasar luar negeri. Disamping itu juga berpotensi untuk pengembangan industri makanan berbahan dasar melon serta agro wisata.