| Nama Proyek | : | Budidaya Jambu Kristal |
| Sektor | : | Pertanian |
| Lokasi | : | Dukuh Prampalan, Desa Krikilan, Kecamatan Masaran. |
| Kecamatan | : | Kec. Masaran |
| Kelurahan | : | Krikilan |
FASILITAS
URAIAN PROYEK
Jambu Kristal pertama ditemukan di tahun 1991 tepatnya di sebuah wilayah bernama District Kao Shiung, Taiwan. Selain rasa daging buahnya yang tebal dan manis serta kandungan biji sangat sedikit, jambu Kristal memiliki keistimewaan pada bobot, rata rata 500 – 900 gr/buah, kadar kemanisan 11-12 brik, banyak air dan bisa berbuah sepanjang tahun. Kulit hijau mulus di lapisi lilin yang cukup tebal, sehingga sulit di tembus hama. Warna daging buah putih dengan tekstur renyah saat mangkal dan empuk saat matang. Pada umur 2 tahun jambu Kristal bisa berproduksi 50-70kg/tahun dan bisa berbuah enam bulan setelah masa tanam.
Keistimewaan
inilah yang mendorong masyarakat Sragen mengembangkan budidaya Jambu Kristal
sejak tahun 2013. Didukung Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Pertanian
yang menganggarkan dana pengembangan jambu Kristal di 11 kecamatan dengan
target luasan ± 8 ha. Uji coba pertama di Masaran, selanjutnya akan
dikembangkan di semua wilayah Kabupaten Sragen.
KONDISI EKSISTING
Saat ini baru ada beberapa usaha budidaya Jambu Kristal di Sragen, antara lain di Desa Wates Plosokerep – Karangmalang, Dusun Pucuk 14, Dusun 1 Sepat – Masaran, dan Dukuh Banaran, Ringin Dadi, Jenggrik – Kedawung
PELUANG INVESTASI
Pengembangan
budidaya Jambu Kristal masih terbuka lebar dengan prospek yang sangat bagus
karena tingginya permintaan di Pulau Jawa dan sekitarnya serta pangsa pasar di
luar negeri. Dapat juga dikembangkan sebagai lokasi agro wisata.