Nama Proyek : Budidaya Melon
Sektor : Pertanian
Lokasi : Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal
Kecamatan : Kec. Ngrampal
Kelurahan : Gabus
FASILITAS

URAIAN PROYEK

Buah melon asal Desa Gabus-Ngrampal siap memasuki pasar eksport. Pasalnya budidaya tanaman melon di desa ini telah mengikuti standart ASEAN Good Agriculture Pratices GAP. ASEAN GAP merupakan standar untuk panduan budidaya buah dan sayur baik dalam proses produksi sampai panen serta penanganan pasca panen di kebun dan di tempat dimana produk disiapkan dan dikemas untuk dijual. Membudidayakan Melon tidaklah gampang namun ternyata petani desa ini bisa memetik hasil panen dengan baik. Apalagi jenis Melon yang di tanam terbilang jenis varietas baru yakni Sakata Glamour rock melon. Meski tingkat kegagalan panennya tidak kecil tapi hasilnya juga lumayan besar. Untuk sepertiga hektarnya petani harus mengeluarkan modal biaya produksi sebesar 20 hingga 30 juta rupiah. Hasil panennya bisa mencapai 65 juta rupiah dalam masa tanam sekitar dua bulan. Sehingga petani akan untung bersih sekitar 40-an juta rupiah.

KONDISI EKSISTING

Lahan melon tersebar di kecamatan Kalijambe, Sambungmacan, Ngrampal, Tanon, Gemolong dan Sumberlang dengan total area seluas lebih kurang 74 ha dan produksi mencapai lebih kurang 16.066 kw per tahun.

PELUANG INVESTASI

Permintaan melon ke Singapura mencapai 100 ton per minggu, namun jumlah tersebut baru bisa terpenuhi sekitar 80 ton per bulan. Kondisi ini tentunya membuka peluang pengembangan budidaya melon, terutama melalui program kemitraan, karena saat ini baru bisa memenuhi 20 persen dari permintaan pasar luar negeri. Disamping itu juga berpotensi untuk pengembangan industri makanan berbahan dasar melon serta agro wisata.